IMG-20151115-WA0014Kabar duka datang dari  Kabupaten Sambas Kalimantan Barat. Slamet Prastyo salah satu putra terbaik bangsa yang mengabdikan dirinya bagi pendidikan di ujung negeri pada program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) gugur dalam menjalankan pengabdiannya. Slamet Prastyo merupakan pendidik SM3T yang berasal dari LPTK Universitas Negeri Semarang. Slamet Prastyo mengampu mata pelajaran Fisika bagi siswa siswi di daerah 3T di kabupaten Sambas.

Berdasarkan kronologi kejadian yang diperoleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dari rekan almarhum di Kabupaten Sambas, Minggu sore (15/11) pukul 15.00 WIB, almarhum bersama tiga orang rekannnya sesama peserta SM3T melakukan perjalanan rutin dengan perahu menyusuri sungai menuju lokasi pengabdian. Mujur tak dapat diraih malang tak dapat ditolak, perahu yang membawa keempat peserta SM3T tersebut terseret arus dan tenggelam. Tiga orang berhasil diselamatkan, namun Slamet Prastyo tak terselamatkan dan menghembuskan nafas terakhirnya. Jenazah almarhum rencananya akan dipulangkan besok, Senin (16/11) dari Sambas menuju kampung halamannya di Magelang, Jawa Tengah.

Segenap keluarga besar Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhum. Semoga Allah mengangkat almarhum sebagai syuhada yang gugur di medan pengabdian dan semoga almarhum mendapatkan tempat yang terbaik disisi-Nya. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.