MAKASSAR – Setiap tahunnya pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi selalu memberikan anugerah iptek dan inovasi nasional.

Malam penganugerahan Iptek dan Inovasi semakin kental dengan sambutan Tarian tradisional tari malabirin yang dipersembahkan oleh mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM).

Acara yang digelar di Hall Universitas Negeri Makassar, Kamis 10 Agustus 2017 malam tersebut dihadiri oleh Menristekdikti Mohamad Nasir, Rektor UNM Husain Syam, Para Kepala LPNK, Pejabat Eselon I dan II Kemenristekdikti.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Jumain Appe sebagai Ketua Umum Hakteknas mengatakan malam apresiasi anugerah iptek dan inovasi ini merupakan bagian dari pemberian penghargaan untuk seluruh stakeholder.

“Pemberian Anugerah Iptek dan Inovasi kami berikan kepada seluruh insan iptek yang sama-sama menggelorakan inovasi untuk membangun negeri,” ujar Jumain.

Lebih lanjut Jumain menjelaskan tujuan diadakannya penganugerahan iptek dan inovasi mendorong peningkatan kemampuan iptek yang diikuti dengan penguatan inovasi nasional untuk mendukung kemandirian dan daya saing bangsa Indonesia.

“Selain itu untuk membangun iklim kondusif penguatan inovasi untuk peningkatan nilai tambah ekonomi dan sosial-budaya secara berkelanjutan, dan memberikan dorongan kepada para pelaku inovasi Academician, Bussiness, Government, Community (ABGC) dalam mendorong penguatan inovasi,” jelasnya.

Menristekdikti Mohamad Nasir mengimbau untuk mendorong terus para pegiat iptek dan inovasi agar terus berkembang di Indonesia.

“Saya sebagai Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mengapresiasi setinggi-tingginya kepada para inovator iptek yang terus menggelorakan inovasi iptek kepada pengguna atau masyarakat,” ujarnya dengan nada semangat.

Menteri Nasir juga sangat mengapresiasi kepada seluruh panitia penyelenggaraan Hakteknas ke-22 hingga rangkaian acara tahun ini berjalan sukses dan menjadi viral.

“Semoga malam ini menjadi inspirasi bagi kita untuk meningkatkan dan memanfaatkan inovasi. Saya juga berharap Perguruan Tinggi dapat lebih maju. Mudah-mudahan iptek dan inovasi kedepan dapat terus berkembang,” tutupnya disambut tepuk tangan meriah tamu undangan.

Sementara itu Rektor UNM Husain Syam dalam laporannya menyambut baik kehadiran Menristekdikti yang menjadikan UNM sebagai lokasi malam penganugerahan iptek dan inovasi.

Penganugerahan iptek dan inovasi tersebut terdiri dari 8 kategori yaitu Budhipura, Budhipraja, Widyapadhi, Prayogas Sala, Abyudaya, Adibrata, Labdha Kretya, dan Widya Kridha.

(1) Budhipura, diberikan kepada Pemerintah Daerah Provinsi sebagai apresiasi atas prestasi dalam penguatan sistem inovasi di wilayahnya. Penghargaan Budhipura 2017 diberikan kepada Provinsi Jawa Barat, Provinsi Sumatra Selatan dan Provinsi Riau. (2)Budhipraja, diberikan kepada Pemerintah Kab/Kota atas prestasi dalam penguatan sistem inovasi di daerahnya. Penghargaan Budhipraja diberikan kepada Kabupaten Sragen, Kabupaten Pelalawan, Kota Magelang.
(3) Widyapadhi, diberikan kepada perguruan tinggi sebagai apresiasi atas prestasi dalam litbang menjadi produk inovasi melalui penguatan kelembagaan, sumber daya, dan jaringan inovasi. Penganugerahan ini diberikan kepada Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM).
(4) Prayoga Sala, apresiasi terhadap prestasi LPNK, PUI atau Lembaga Penelitian dan Pengembangan untuk penguatan inovasi. Penghargaan Prayoga Sala diberikan kepada Puslit Bioteknologi dan Bioindustri Indonesia, PT. Riset Perkebunan Nusantara, Pusat Penelitian Teh dan Kina, PT. Riset Perkebunan Nusantara, Balai Besar Industri Agro, Kementerian Perindustrian.
(5) Abyudaya, diberikan kepada sektor industri sebagai apresiasi atas prestasi dalam pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan menjadi produk inovasi. Penghargaan ini diberikan kepada PT. Biofarma (Persero) Tbk, LEN Industri (Persero) Tbk, PT. Dua Empat Tujuh.
(6) Adibrata, sebagai apresiasi kepada masyarakat ilmiah atas prestasi dalam pemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan menjadi produk inovasi. Penganugerahan ini diberikan kepada Dr. Eng. Januarti J. Ekaputra, MM, Prof. Dr. Abu Bakar Tawali, Prof. Dr. Ir. Mohammad Nasikin, M.Eng.
(7) Labdha Kretya, diberikan kepada masyarakat umum yang berprestasi menghasilkan inovasi.
Penghargaan ini diberikan kepada Roy Wibisono A. Prabowo, S.Si, Ir. Cepi Al-Hakim, M.Si., Ahmad Mursyid Rois.
(8) Dan Widya Kridha, apresiasi prestasi atas dukungan lembaga non pemerintah dan kelompok masyarakat dalam mendorong penguatan sistem inovasi. Penganugerahan ini diberikan kepada Bandung Technopark dan Pro Indonesia.

Selain anugerah iptek dan inovasi, juga diserahkan penghargaan kepada para pemenang Dosen Terbaik, Standar Penjaminan Mutu Internal, HKI, dan Penulis Artikel dan Foto Terbaik. (DZI/NF)

img-20170811-wa0002

img-20170811-wa0004

img-20170811-wa0001