Untuk pertama kalinya sejak menjadi Anggota Asosiasi Inkobator Bisnis Indonesia, Tim Focus Group discussion (FGD) Inkubator Bisnis Teknologi Politeknik Negeri Pontianak  yang dikoordinis Zulfikar melakukan pertemuan dengan beberapa  stakeholder. Menurutnya, pertemuan dengan beberapa stakeholder bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan inkobator yang ada di Perguruan Tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan oleh para stakeholder. Selain itu dijelaskannnya, pertemuan ini bermaksud memperoleh masukan berupa informasi penting yang diperlukan untuk mengembangkan IBT Polnep dan saran serta pemikiran dari para stakeholder untuk dapat menghasilkan produk yang inovatif. Lebih lanjut Zulfikar dengan pertemuan ini, agar dapat melaksanakan proses inkubasi terhadap Tenant atau calon pengusaha baru yang minta di inkubasi yang berpotensial dan mempertemukan Tenant kepada para pemodal baik dari perusahaan swasta maupun perbankan.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Pontianak H. Muh. Toasin Asha dalam sambutannya mengatakan dalam beberapa tahun terakhir ini Politeknik Negeri Pontianak telah melaksanakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan daya saing Politeknik Negeri Pontianak baik secara nasional maupun interasional. Salah satu pusat unggulan Polnep dalam proses kerjasama dengan beberapa pihak-pihak industri maupun UMKM. Direktur juga berharap kepada tim IBT Polnep tetap bersemangat dalam menjalankan tugasnya.

Politeknik Negeri Pontianak sebagai penyelenggara pendidikan vokasional punya misi dalam pengabdian pada masyarakat khususnya meningkatkan kegiatan-kegiatan masyarakat yang harus didampingi, ujarnya.  Lebih lanjut Direktur mengungkapkan dengan adanya Inkobator Bisnis Teknologi di Politeknik Negeri Pontianak diharapkan citra Polnep semakin nyata di dalam masyarakat.

Kegiatan Inkubatorr Bisnis Teknologi Politeknik Negeri Pontianak yang diselenggarakan di Hotel Mercure hari Kamis, 29 November 2018 dihadiri oleh Toto Hari Wibowo dari Kemenko Perekonomian RI, Wisono bersama Tim Kawasan Sains Teknolo dan Lembaga Penunjang Kemenristekdikti, para Pembantu Direktur dilingkungan Politeknik Negeri Pontianak, para Kepala Dinas Kalimantan Barat, para pimpinan Perbankan, Kepala Balai Riset dan Standarisasi dan Balai Pengkajian Teknologi Periknan Kalimantan Barat, Ketua Himpunan Penusaha Muda Indonesia Kalimantan Barat, Business Development Serrvice Provider Indonesia Wilayah Kalimantan Barat dan para penggiat UKM Kalimantan Barat.

Dalam kesempatan diskusi, Wisono menegaskan bahwa penelitian dilingkungan jangan focus pada scopus, tetapi benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat dan oleh karenanya sinergi diperlukan antara perguruan tinggi dengan pelaku usaha. Wisono menjelaskan bahwa Direktorat Kemenristekdikti punya program direktorat kelembagaan yang bernama Inkobator untuk perguruan tinggi atau masyarakat umum yang berbasis teknologi dengan tujuan untuk menjembatani dan membina/membimbing para calon pengusaha dengan kemenristekdikti, perbankan, instansi instansi untuk mewujudkan ide-ide kreatif dalam bidang pangan, kesehatan obat, energy, IT, pertahanan dan keamanan, transportasi dan bahan baku.

(Erwandi – Pranata Humas Muda)