Jakarta, 7 November 2016

Semakin menipisnya cadangan bahan bakar minyak yang bersumber dari energi fosil mendorong manusia untuk menemukan sumber-sumber energi lain untuk kebutuhan transportasi. GESITS (Garansindo Electric Scooter ITS) adalah motor bersumber listrik produk riset hasil kerjasama antara ITS dan PT. Garansindo Surabaya. Motor ini diciptakan untuk mendukung program “hilirisasi” hasil riset Perguruan Tinggi untuk dijadikan sebuah industri. Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Jumain Appe, mengatakan kerjasama riset ini sendiri telah banyak mendapatkan insentif dari Kemenristekdikti. Sampai saat ini, lewat bantuan hibah riset Kemenristekdikti, telah dihasilkan 5 unit sepeda motor listrik GESITS yang siap diuji kehandalan dan unjuk kerjanya. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian di laboratorium dan pengujian di jalan raya. Untuk itu, pada tanggal 7-12 November 2016 diagendakan kegiatan “GESITS Tour de Jawa Bali” yakni menjalankan GESITS dari Jakarta sampai ke Nusa Dua selama 5 hari. Tujuan dari tour ini adalah untuk menguji kehandalan, ketahanan dan kepraktisan sepeda motor listrik GESIT, serta sekaligus sosialisasi GESITS kepada masyarakat luas.

Prototipe hasil kerjasama GESITS sebelumnya telah ditampilkan ke publik pada tanggal 3 Mei 2016, dan diperkenalkan langsung oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Menristekdikti, M. Nasir mengatakan riset tidak cukup behenti pada publikasi tapi harus sampai komersialisasi. Untuk itu riset juga perlu didukung regulasi yang jelas. Sama seperti halnya motor GESITS.

“Saya sangat mengapresiasi produk ini yang telah dikembangkan bersama-sama dan digunakan oleh industri (Garansindo). Kalau bukan kita yang menggunakan produk dalam negeri lalu siapa lagi?” ujarnya saat melepas motor GESITS untuk diuji coba, Senin, 7 November 2016 di Gedung II BPPT Jakarta.

Prototipe sepeda motor listrik ini memiliki tampilan warna dominan hitam dan bentuk yang mengakomodasi selera pengguna sepeda motor saat ini. Secara umum pemilihan teknologi dan konstruksi GESITS bertujuan supaya memiliki unjuk kerja yang maksimal serta mengutamakan keselamatan pengendara.

Nasir berpesan agar produk ini dapat terakselerasi dengan mobil nasional angkutan pedesaan. Kemudian selain itu, motor ini juga harus terstandardisasi. Oleh karena itu, Nasir berharap Kementerian Perindustrian dapat memantau dan mengawal produk ini karena memiliki saingan produk luar yang banyak.

“Sehingga hasil kerja anak bangsa ini bisa dirasakan manfaatnya untuk masyarakat kedepan,” imbuhnya.

Motor listrik yang disematkan di GESITS memiliki daya 5 kW dengan daya sebesar itu memungkinkan pengendara untuk memacu GESITS hingga 100 km/jam. Daya jelajah GESITS didukung dengan kapasitas baterai yang cukup besar yaitu 5 kWh. Dengan kapasitas baterai sebesar itu dan pola berkendara masyarakat Indonesia pada umum nya (60 – 80 km/jam) maka sekali pengisian penuh GESITS dapat digunakan untuk berkendara sejauh ± 100 km.

Baterai pada GESITS juga didesain “bisa ditukar”, sehingga mudah dan praktis pada saat ingin di-charge di dalam rumah atau kantor serta juga untuk mendukung strategi battery swapping (tukar tambah isi baterai). Sementara aplikasi monitoring untuk sepeda motor listrik GESITS menggunakan smartphone dengan operating system Android, sehingga ke depan dapat di-open untuk dikembangkan seluruh konsumen GESITS.

Kerjasama riset sepeda motor listrik ini didasari pada keinginan dan visi yang sama antara ITS dan Garansindo, bahwa dengan jumlah penduduk, kekuatan ekonomi dan besarnya pasar sepeda motor di Indonesia, sudah selayaknya Indonesia memiliki sepeda motor hasil rancang bangun putra-putra terbaik di Indonesia. Berangkat dari pola pikir ini dan juga fakta bahwa di masa depan Indonesia akan mengalami masalah jika sarana transportasi yang ada masih tergantung pada teknologi kendaraan konvensional, maka dipilihlah teknologi kendaraan yang tidak lagi tergantung pada bahan bakar minyak. Pilihan akhirnya jatuh pada teknologi kendaraan listrik untuk diaplikasikan pada sepeda motor listrik.

Selain tidak tergantung kepada BBM, kendaraan listrik menawarkan beberapa keuntungan diantaranya: lebih hemat karena memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan konvensional, lebih ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi berupa asap berbahaya dan suara, serta Indonesia belum ketinggalan terlalu jauh di bidang pengembangan teknologi kendaraan listrik. Di berbagai negara maju saat ini masih dalam tahap yang sama, yaitu tahap riset dan pengembangan kendaraan listrik.

Hal ini membuka peluang bagi Indonesia untuk bisa mandiri di bidang kendaraan listrik di dunia. Yang mana hal tersebut sesuai dengan Nawa Cita ke-7 Presiden RI, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Lewat “GESITS Tour de Jawa Bali” diharapkan tim peneliti mendapatkan banyak masukan dan evaluasi untuk penyempurnaan GESITS ke depan, yang dijadwalkan akan diproduksi massal oleh Garansindo pada pertengahan tahun 2017.