SIARAN PERS

No. 14/SP/HM/BKKP/II/2017

Padang Panjang, 22 Februari 2017

Jika kemampuan profesional tenaga kerja banyak dibangun di perguruan tinggi umum, pembangunan budaya dan karakter bangsa yang tak kalah pentingnya, dibangun di perguruan tinggi seni dan budaya.

Menurut laporan Indeks Daya Saing Global, pada tahun 2015 peringkat Indonesia di bidang pariwisata dan kebudayaan menempati urutan ke 50 dari 141 negara. Potensi pariwisata Indonesia yang besar dapat memberikan kontribusi bagi Produk Domestik Bruto (PDB), devisa negara dan kesempatan kerja.

Begitu berharganya nilai-nilai seni dan kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia membuat Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir, menginginkan pendidikan seni untuk ditingkatkan sehingga dapat membuat negeri ini menjadi destinasi wisata dunia. Peran perguruan tinggi seni dan budaya memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan kemampuan kompetisi Indonesia di bidang budaya dan pariwisata. Perguruan tinggi berperan strategis dalam rangka menciptakan tenaga kerja yang produktif, kompetitif dan berkarakter.

Dalam hal ini, perguruan tinggi seni dapat menggali seni dan budaya, menumbuhkan dan mengkonservasi seni budaya lokal.

Di depan para rektor dan pimpinan PTN Seni dari seluruh Indonesia yang berkumpul di Padang Panjang, Sumatera Barat, Menristekdikti menyatakan dengan melihat peran-peran penting tersebut, pihaknya memiliki komitmen untuk mendirikan dan mendorong perguruan tinggi seni dan budaya yang ada di daerah-daerah. Sehingga nantinya bisa menjadi pusat kesenian daerah.

“Dalam hal ini yang menjadi perhatian adalah pertama bagaimana mempertahankan seni yang ada di daerah dan yang kedua meningkatkan inovasi seni. Seni dan budaya yang ada itu tidak cukup hanya disampaikan di kampus tapi bagaimana dikenalkan ke publik. Caranya bisa dengan sering diselenggarakan pentas seni yang difasilitasi pemerintah daerah, mengundang orang (wisatawan) asing untuk datang. Harus punya agenda beberapa kali ditampilkan,” jelasnya saat memberikan Kuliah Umum di Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Rabu, 22 Februari 2017.

Salah satu tujuan wisata yang dapat dioptimalkan adalah Kota Padang Panjang di Sumatera Barat. Daerah yang berdekatan dengan kawasan Bukit Tinggi ini sangat potensial. Menristekdikti menilai apabila kesenian daerah dapat ditampilkan nantinya mampu mengundang wisatawan untuk tinggal lebih lama lagi. Terlebih lagi, di daerah tersebut juga terdapat perguruan tinggi ISI.

“Padang punya pariwisata dan sekolah seni yang baik, ini dapat didongkrak menjadi destinasi wisata. Sekolah seni bisa mengisi aktifitas (yang menghibur) bagi para wisatawan,” imbuhnya.

Untuk menunjang peningkatan fasilitas pendidikan seni, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman kepada Kemenristekdikti tentang lahan kampus II (dua) ISI yang selanjutnya diserahkan langsung kepada Rektor ISI Padang Panjang, Novesar Jamarun.

##

Informasi lebih lanjut :
Bagian Komunikasi Publik Kemenristekdikti
Gedung D Kemenristekdikti Lantai 8, Jalan Pintu Satu Senayan Jakarta