Jakarta – Pendidikan dengan teknologi cyber university harus dipandang sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, jangan dipandang sebagai alat yang memudahkan, tetapi untuk memotivasi dalam mengikuti pembelajaran yang berbasis pada internet demi mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih baik lagi.

Pesan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im, dalam acara peresmian Gedung Menara Universitas Nasional (UNAS) untuk pendidikan pascasarjana dan penandatanganan surat perjanjian antara Cyber Hankuk University of Foreign Studies-Korea dengan UNAS dalam hal kerjasama mendirikan Cyber University (Perguruan Tinggi Digital) di UNAS, Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (11/2).

Sesjen Kemenristekdikti mengatakan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya yang berkaitan dengan cyber teknologi dan komunikasi telah mengubah hampir semua aspek kehidupan manusia ditengah percepatan persaingan ekonomi di dunia.

“Kita tidak bisa lagi melaksanakan pendidikan tinggi seperti yang dilakukan pada masa lalu, teknologi sekarang semakin cepat berubah dipicu karena data yang semakin besar kemudian terbuka khususnya pada ilmu pengetahuan dan teknologi,” tutur Ainun dalam sambutannya.

Dirinya menambahkan, ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mudah untuk diakses siapapun, seperti halnya, riset, jurnal ilmiah, dan segala informasi lainya, hampir pada universitas besar menyediakan akses online yang bertujuan memudahkan akses bagi mahasiswa. UNAS diharapkan dapat mengikuti perkembangan teknologi yang begitu cepat untuk bisa bersaing dengan Perguruan Tinggi besar lainnya.

Cyber University yang proses belajar mengajarnya tanpa tatap muka, tidak berarti tidak ada interaksi dengan dosen, interaksi pasti ada, ujian pasti ada, sehingga dengan teknologi ini mahasiswa diharapkan meningkatkan kualitas dan kompetensi yang lebih baik lagi, jadi ketika lulus, mereka harus dapat skill, knowledge, dan apa yang mereka bisa kuasai untuk modal masa depan mereka,” ucapnya.

Rektor UNAS, El Amry Bermawi Putera menyampaikan, Cyber University memiliki konsep kuliah jarak jauh tanpa tatap muka yang memanfaatkan penggunaan teknologi infomasi dan internet, di luar negeri konsep ini sudah lama diterapkan.

Menurutnya, dalam rangka menyeratakan dan memudahkan akses Pendidikan Tinggi di Indonesia, dirinya mengatakan teknologi cyber university diharapkan dapat menjadi akses bagi anak bangsa yang berada di pelosok tanah air.

“Mahasiswa hampir sebagian besar memiliki smartphone, cyber university ini bisa menjadi akses yang memudahkan bagi mahasiswa untuk belajar di kelas melalui smartphone mereka nantinya,” ujar Rektor Amry.

Sekjen Kemenristekdikti, Ainun Na’im menyambut baik kerjasama mendirikan Cyber University (Perguruan Tinggi Digital) dan mendukung dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang berkembang pesat.

“Saya harap ini dapat memberikan kesempatan kepada banyak anak bangsa untuk bisa mengenyam Pendidikan Tinggi dan kedepan akan mampu menambah mutu pendidikan demi mencipatkan lulusan yang berkualitas,” tuturnya. (ard)

Galeri