MAKASSAR – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir resmi membuka Association of Southeast Asian Institutions of Higher Learning (ASAIHL) Conference 2017 yang bertemakan “Higher Education Challenges in Shaping The Nation Competitiveness”, dimana Universitas Hasanuddin (Unhas) menjadi tuan rumah pada tahun ini, Rabu (17/5).

Menteri Nasir mengatakan bahwa konferensi internasional seperti ASAIHL patut diperbanyak, tidak hanya menjadi tempat diskusi yang baik dalam bidang pendidikan tinggi dan penguatan riset, tetapi juga menjadi spektrum yang kuat dalam memperkuat kesepahaman antar negara terkait relevansi sistem pendidikan di masing-masing Negara.

“Seperti kita ketahui, pendidikan terutama pendidikan tinggi adalah kekuatan untuk peningkatan kompetensi individu, kemajuan sosial masyarakat dan pengembangan budaya. Melalui pendidikan, kita menemukan tempat kita di dunia, memahami dunia, dan kita menumbuhkan saling menghargai antar sesama,” ujar Nasir.

Menurut Nasir, pendidikan tinggi memberikan kontribusi yang cukup kuat dalam pengembangan ekonomi dan kualitas hidup yang didapatkan karena indikator positif ekonomi melesat tajam. Dalam persaingan global, kenaikan ekonomi setiap Negara ditentukan oleh pendidikan nasionalnya dan sistem inovasinya.

“Setiap aspek dari pendidikan tinggi yautu mengajar, riset dan penguatan komunitas secara global adalah pusat pengembangan ekonomi. Pendidikan tinggi merupakan pusat pembaharuan perekonomian yang dibutuhkan untuk menjadikan manusia berdaya saing dan pengembangan sosial masyarakat,” paparnya.

Nasir mengatakan saat ini Indonesia sedang menitikberatkan pengembangan pendidikan tinggi dan inovasi pada 7+1 bidang fokus yang mendorong pengembangan ekonomi. Untuk itu menurutnya dibutuhkan lembaga pendidikan tinggi yang baik.

“Lembaga pendidikan tinggi melayani seluruh masyarakat dalam berbagai cara dan berperan penting dalam masyarakat modern. Lembaga pendidikan tinggi bertindak sebagai gatekeeper, diseminator dan pencipta ilmu-ilmu baru. Di masa depan, orang-orang yang keluar dari pendidikan tinggi adalah orang yang pandai membuat lapangan kerja baru, pembuat kebijakan, inovator sosial dan pemimpin bisnis,” tuturnya.

Rektor Unhas Dwi Aries Tina mengatakan, Unhas yang menjadi tuan rumah konferensi internasional kali ini akan menitiberatkan pada tiga pembahasan penting yaitu kualitas dan relevansi pendidikan tinggi, akses dan kesetaraan, dan organisasi kesehatan pendidikan tinggi. (DZI)

Galeri