MALANG – Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB), akhirnya resmi beroperasi, Minggu (18/12). Peresmian RSUB dilakukan oleh Walikota Malang Mochammad Anton, Rektor UB M. Bisri, dan Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemenristekdikti Ainun Na’im, sebagai bagian dari peringatan Dies Natalis UB ke-54.

RSUB telah diterbitkan legalitasnya melalui Keputusan Walikota Malang pada 15 Desember 2016 lalu, legalitas tersebut menjadi payung hukum seluruh kegiatan RSUB dalam melayani masyarakat Kota Malang.

RSUB merupakan salah satu dari enam Rumah Sakit Pendidikan (RSP) yang dikembangkan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

Dalam sambutannya, Sesjen Kemenristekdikti mengatakan bahwa keberadaan RS di Perguruan Tinggi sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat dan fasilitas pendidikan tinggi khususnya di bidang kesehatan.

“Kemenristekdikti sedang dalam proses untuk menyusun bagaimana sistem pengelolaan RS yang ada di PT, atau RSP,” ungkap Ainun.

RSP adalah rumah sakit yang mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran dan/atau kedokteran gigi, pendidikan berkelanjutan, dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi.

Ainun juga mengatakan bahwa Fakultas Kedokteran adalah gudangnya dokter. Jika Fakultas yang menghasilkan dokter-dokter tersebut memiliki RS maka RS tersebut dapat menjadi teladan bagi RS lainnya. Dengan diresmikannya RSUB, maka bertambahlah RSP teladan bagi RS lainnya.

“Kita sama-sama berusaha bagaimana RSP, termasuk RSUB, perkembangannya bisa kita jaga. Juga target-target yang diinginkan dapat kita laksanakan dan kita capai,” tutup Ainun. (FLH)

Galeri