ekan Olahraga Nasional Mahasiswa (POMNAS) XIV kembali digelar tahun ini di Banda Aceh. Event dua tahunan ini dibuka langsung oleh Menristekdikti, Bapak Mohamad Nasir, di Stadion Prof.Dr. M. Ali Basyah Amin, MA Universitas Syiah Kuala pada hari Sabtu, 14 Nopember 2015. Tema yang diangkat pada Pomnas tahun ini adalah “Melalui Pomnas XIV Kita Rekatkan Persaudaraan dan Persatuan Mahasiswa Menuju Prestasi Tertinggi Olahraga di Forum Nasional dan Internasional”.

Menurut Menristekdikti, olahraga sangat penting, bukan hanya karena dengan berolahraga dapat membuat jiwa dan badan menjadi sehat, namun dengan olahraga dapat membentuk karakter, menumbuhkan semangat juang, semangat untuk menang dan meraih prestasi yang terbaik serta membentuk sportivitas dan jiwa kesatria.

“Terlebih lagi Pomnas ini adalah kegiatan olahraga antar mahasiswa, maka selain aspek olahraga, aspek pendidikan dan pembelajaran harus menjadi tujuan dari kegiatan ini,” ujar Menteri Nasir.

Menristekdikti menghimbau agar para peserta berjuang secara maksimal untuk meraih prestasi, dan belajar dari sesama atlit terkait kemampuan berolahraga maupun karakter positif dengan tetap menjaga sportivitas.

“POMNAS kali ini adalah ajang seleksi untuk mencari calon atlit mahasiswa yang akan mewakili Indonesia di ASEAN University Games yang akan digelar di Singapura tahun depan”, tambah Menteri Nasir.

Kegiatan POMNAS ke-14 ini diikuti lebih dari 2239 orang atlit mahasiswa dan 621 orang official dari 32 provinsi di Indonesia. Seluruh peserta akan memperebutkan medali pada empat belas cabang olahraga yang diperlombakan, yaitu: atletik, bulutangkis, catur, karate, panahan, pencak silat, renang, tarung derajat, tenis lapangan, tenis meja, bola voli putra/putri, bola basket putra/putri, sepak takraw, dan futsal. POMNAS XIV akan digelar sampai tanggal 21 Nopember 2015 dan akan ditutup oleh Menteri Pemuda dan Olahraga.

Turut hadir dalam pembukaan Pomnas XIV adalah Gubernur Aceh, Zaini Abdullah; Pangdam Iskandar Muda, Agus Kriswanto; Rektor Unsyiah, Samsul Rizal; Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Intan Ahmad; Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Muhammad Dimyati; serta Direktur Kemahasiswaan, Didin Wahidin. (msr/bkkpristekdikti)